RSS

Motivasi Berprestasi

04 Mei

Apakah kamu sering berkata dalam hati:

“aku pengen dihargai, dikagumi, dan dihormati.”

“aku harus bergerak maju untuk mencapai tujuan ini.”

Untuk mencapai target, kamu harus memulai, memelihara, dan mengarahkan pemikiranmu. Hal ini akan memberimu energi internal yang akan menguatkan sikapmu. Aktivitas yang dimotivasi seperti itu akan menjadi awal penciptaan kebutuhan untuk berprestasi.

Kebutuhan untuk berprestasi adalah hasrat untuk memenuhi standar luar biasa individual seseorang. Ibu rumah tangga, tukang kayu, juru tulis, atau mahasiswa dapat hidup secara kreatif dan memanfaatkan potensi mereka sebesar-besarnya. Orang dengan kebutuhan berprestasi yang besar berjuang mati-matian dalam setiap situasi yang melibatkan evaluasi.

Menurut  Crow A. (1983) motif adalah suatu keadaan yang menyebabkan seseorang mampu melakukan dan mengarahkan sesuatu perbuatan atau aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan motivasi diartikan sebagai keadaan yang menyebabkan seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau aktivitas untuk mencapai tujuan.

Menurut Gerungan (1983) menyatakan bahwa motif itu mempunyai pengertian yang mencakup semua penggerak, alas an-alasan, dorongan-dorongan dalam diri manusia untuk melakukan suatu perbuatan.

Menurut Atkinson (1982) mengungkap motif merupakan suatu disposisi laten yang berusaha dengan kuat untuk mencapai tujuan tertentu, berupa prestasi, afiliasi, atau kekuasaan. Atkinson juga berpendapat bahwa individu yang tinggi motivasi berprestasi, namun tinggi dalam kecemasannya ada kecenderungannya untuk realistis. Faktor kecemasan dalam diri individu akan mempengaruhi perilakunya dalam manifestasi motivasi berprestasi yang diaktualisasikan.

McClleland (1984) menyatakan bahwa motivasi berprestasi diberi nama virus mental yaitu n-Ach (need for achievement).

McClleland dan Heckhausen menyatakan bahwa motivasi berprestasi adalah motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilan, yaitu dengan membandingkan prestasi-prestasi sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain.

Menurut Atkinson (1959), motivasi berprestasi adalah kecenderungan seseorang untuk mengadakan reaksi untuk mencapai tujuan dalam suasana kompetisi, demi mencapai tujuan yaitu apabila prestasi yang dicapai melebihi aturan yang lebih baik dari sebelumnya.

Seseorang yang bermotivasi prestasi tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. 1. Individu yang mengejar atau mendekati kesuksesan (tendency approach success)
  2. Individu yang menghindari kegagalan (tendency to avoid failure)
  3. Menunjukkan aktivitas yang berprestasi
  4. Menunjukkan ketekunan dan tidak putus asa
  5. Memilih tugas-tugas dengan kesulitan sedang
  6. Menetapkan sendiri tujuan prestasinya
  7. Menyukai tujuan yang sesuai dengan kemampuannya
  8. Menyukai feedback yang cepat dan efisien
  9. Bertanggung jawab memecahkan masalah
  10. Percaya diri
  11. Berorientasi ke masa depan
  12. Tidak suka membuang waktu

Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat 🙂

Sumber:

Abraham, Amit. 2009. Mengupas Kepribadian Anda. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.

Laksmi, Asri. 2005. Dasar-dasar Kewirausahaan. Surakarta: UNS Press.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 4, 2010 in psychology

 

Tag: , , ,

One response to “Motivasi Berprestasi

  1. bandoro

    September 3, 2010 at 7:08 am

    ah…iya…ini juga bagus. kunjungi http://www.kuliahbandoro.wordpress.com

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: